Jakarta, Dexpert.co.id – CEO pinjaman crypto Nexo Antoni Trenchev, memprediksi bitcoin bisa mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar dalam setahun. Kepada CNBC Internasional, dikutip Senin (18/4/2022), ia mengaku khawatir tentang prospek jangka pendek bitcoin. Cryptocurrency terbesar itu kemungkinan bisa jatuh seiring dengan pasar keuangan tradisional karena Federal Reserve mulai melepaskan program stimulus moneternya yang besar. “Tapi itu mungkin, pada gilirannya, memberikan dorongan lebih lanjut untuk crypto,” ujarnya. “Karena ‘kecelakaan’ dalam saham kemungkinan akan berarti bank sentral AS akhirnya kembali ke pelonggaran dalam waktu singkat.” Jika perkiraan Trenchev benar, itu berarti harga bitcoin akan naik lebih dari dua kali…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Telkom baru saja meluncurkan paket bundling dengan Netflix bagi Indihome dan Telkomsel. Apakah ini menjadi pertanda masalah terkait monopoli bandwidth Netflix sudah selesai antar kedua perusahaan? Sebagai informasi, paket bundling untuk Indihome tersedia bagi pelanggan baru dengan kecepatan mulai dari 50Mbps dan pelanggan lama untuk mengganti ke paket baru tersebut. “Paket IndiHome (Dengan Paket Berlangganan Netflix) tersedia untuk pelanggan baru IndiHome yang berlangganan mulai dari kecepatan 50 Mbps, serta pelanggan lama IndiHome yang ingin melakukan penggantian ke paket baru ini,” kata Direktur Consumer Service Telkom, Venusiana, dalam keterangan resminya, Senin (18/4/2022). “Keceriaan dalam menonton berbagai tayangan Netflix…
Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat mengaku memiliki bukti keterlibatan peretas Korea Utara dalam pencurian aset kripto senilai ratusan juta dolar yang terkait dengan gim online populer Axie Infinity. Ronin, jaringan blockchain yang digunakan untuk mentransfer aset kripto masuk dan keluar dari ekosistem Axie Infinity, mengatakan bahwa aset kripto senilai hampir US$ 615 juta atau sekitar Rp 8,8 triliun telah dicuri pada 23 Maret. Meski tidak secara eksplisit mengidentifikasi pelaku peretasan tersebut, tetapi pada Kamis (14/4), Departemen Keuangan AS mengidentifikasi alamat kantong aset digital yang digunakan oleh peretas berada di bawah kendali kelompok peretasan Korea Utara yang sering dijuluki “Lazarus.” “Amerika Serikat sadar bahwa Republik Demokratik Korea…