Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa profesi di bidang teknologi memiliki permintaan yang cukup tinggi. Presiden Direktur Binar Academy Alamanda Shantika, mengatakan saat ini setidaknya kebutuhan talenta digital di Indonesia setiap tahunnya mencapai 600 ribu untuk meraup potensi ekonomi digital ribuan trilliun. Tapi jumlah ketersediaan hanya ada 100 ribu sampai 200 ribu. Sehingga terdapat talent gap dengan jumlah yang sangat signifikan yakni sebanyak 400 ribu-500 ribu talenta digital per tahun. “Walaupun beberapa perusahaan melakukan layoff, sebenarnya masih banyak kekurangan juga,” ujar Alamanda kepada CNBC Indonesia. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Adapun profesi sebagai apps developer dan programmer masih akan tetap…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Badan eksekutif Uni Eropa telah menyetujui vaksin cacar untuk digunakan melawan cacar monyet atau monkeypox setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyebarannya sebagai darurat kesehatan global. Komisi Eropa telah memperpanjang otorisasi pemasaran untuk vaksin cacar perusahaan, Imvanex, untuk memasukkan perlindungan dari cacar monyet. Hal ini sejalan dengan rekomendasi oleh pengawas obat-obatan UE. Imvanex sendiri telah disetujui di UE sejak 2013 untuk pencegahan cacar. Imvanex juga dianggap sebagai vaksin potensial untuk cacar monyet karena kesamaan antara virus cacar monyet dan virus cacar. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Persetujuan berlaku di semua Negara Anggota Uni Eropa serta…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Co-founder and Country Manager Glints Indonesia Steve Sutanto mengatakan bahwa pemberian kompensasi atau tawaran gaji yang diberikan pada talenta digital di startup naik signifikan. Hal tersebut terlihat dari kenaikan tawaran gaji yang diberikan dari rata-rata perusahaan di Indonesia. Terutama, lanjut dia, untuk peran teknologi seperti rekayasa perangkat lunak dan peran produk. Permintaan atas talenta digital masih kuat di tengah masa kelam industri startup yang sedang terimbas badai PHK. Karena ketersediaan tenaga kerja dan permintaan belum seimbang, perusahaan justru berani menawarkan kenaikan gaji yang makin tinggi. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Glints melihat talenta terbaik ditawarkan kenaikan [gaji] 25%-30%, bergeser…

Read More