Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Kebocoran data masyarakat di Indonesia dilaporkan kembali terjadi. Kali ini giliran data dari Kementerian Sosial. Informasi tersebut diungkapkan oleh akun Twitter @darktracer_int. Disebutkan jika data yang bocor berjumlah 102 juta database masyarakat Indonesia. “Seorang aktor jahat menjual database yang diklaim berjumlah 102 juta database masyarakat Indonesia yang bocor dari Kementerian Sosial,” tulis akun itu dikutip Rabu (14/9/2022). ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Dia membocorkan puluhan foto KTP sebagai sampel. Perlu dipastikan kebenaran klaim ini”. Dalam foto yang diunggah disebutkan data compressed sejumlah 16GB dan uncompressed 85 GB. Jumlah data yang diklaim dimiliki adalah 102.533.221 data…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Nama Bjorka begitu ramai diperbincangkan di media sosial. Ia membongkar satu persatu data lembaga pemerintah dan publik, serta data pribadi pejabat Tanah Air. Rupanya Bjorka di tahun 2021 lalu pernah membuat sebuah search engine atau mesin pencarian sendiri yaitu leaks.sh. Situs tersebut seperti mesin pencari pada umumnya, namun leaks.sh buatan Bjorka ini khusus untuk mencari data bocor (breach) yang ada dalam database miliknya. Total data bocor yang dipegang oleh Bjorka pada tahun 2021 saat dia membuat mesin pencari menembus 1 miliar lebih. Angka tersebut terpampang jelas di bagian bawah mesin pencari buatan Bjorka tersebut. ADVERTISEMENT …

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Mantan bos keamanan Twitter, yang kini memutuskan untuk melaporkan berbagai pelanggaran di perusahaan media sosial tersebut, mengungkapkan fakta mengejutkan. Ternyata, ada agen intelijen China yang bekerja sebagai pegawai Twitter. Dalam rapat dengar pendapatan dengan Komisi Hukum Senat Amerika Serikat, Peiter Zatko mengungkapkan praktik Twitter yang dia nilai mengancam keamanan nasional AS. Salah satu tudingan Zatko, seperti dikutip Engadget, adalah adanya agen yang bekerja untuk Kementerian Keamanan Negara China dalam daftar pegawainya. Senator AS Chuck Grassley mengatakan, “FBI telah memberi tahu Twitter bahwa paling tidak ada satu agen China yang bekerja di perusahaan tersebut”. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Dalam laporannya yang dipublikasikan,…

Read More