Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia masih menjumpai kesenjangan dalam transformasi digitalisasi. Laporan UNDP menyatakan salah satunya tantangan tersebut terkait perbedaan geografis. Perbedaan akses internet masih terlihat pada 2022. Jakarta mencapai 85% mulai dari lima tahun dan hanya 26% warga Papua yang bisa mengakses internet. Bukan hanya itu, desa dan kota juga memiliki perbedaan akses internet. Di kota ada 81% rumah tangga yang menggunakan internet, berbeda dengan pedesaan 81%. Kesenjangan digital juga terpengaruh oleh perbedaan usia, pendidikan, dan gender. Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura menjelaskan semua aspek tersebut masih jadi tantangan besar dalam digitalisasi. “Meskipun perbedaan gender sedang menurunkan wanita, khususnya…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan ecommerce ternyata sudah susah menarik pengguna baru. Kini, platform belanja online harus berlomba merayu pelanggan setia mereka untuk lebih sering belanja. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan perusahaan ecommerce di Asia Tenggara kini harus mencari titik keseimbangan antara upaya menggenjot pendapatan dan membukukan profit. “Para pemain utama mencapai keuntungan lewat kampanye [pemasaran] yang disiplin dan optimalisasi fee penjual. Untuk mempertahankan pertumbuhan, sebagian dari laba ini harus dikembalikan untuk subsidi pelanggan. Tren sekarang menyiratkan pertumbuhan dan profit bisa dicapai berbarengan,” kata laporan tersebut. Google Cs memperkirakan nilai transaksi ecommerce di Asia Tenggara pada 2024 naik 15 persen…
Jakarta, Dexpert.co.id – Lembaga pengawas pelindungan data pribadi masih digodok pemerintah. Untuk awalnya, lembaga tersebut akan dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dalam struktur terbaru, akan ada Direktorat Pengawasan Ruang Digital kemungkinan akan mengatur soal lembaga tersebut. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan langkah itu persiapan untuk nantinya akan dilepas secara independen. “Iya lembaga PDP sementara dikelola dulu oleh Komdigi. Dengan persiapan untuk lepas akan berdiri secara independen,” kata dia ditemui di Jakarta, Senin (11/11/2024). “Mungkin ada di situ akan di-exercise. Tunggu saja nanti akan diumumkan,” ucapnya menambahkan. Struktur baru Komdigi terkait perubahan nama dari sebelumnya…