Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter memperketat aturannya mengenai kata-kata apa yang boleh pengguna gunakan di platform. Perusahaan memperkenalkan kebijakan ‘violent speech’ yang diperbarui. Aturan itu berisi beberapa tambahan penting dibandingkan dengan versi aturan sebelumnya. Menariknya, kebijakan baru tersebut melarang pengguna untuk mengungkapkan “doa atau harapan buruk” dan kalimat serupa. “Ini termasuk (namun tidak terbatas pada) berharap orang lain mati, menderita penyakit, insiden tragis, atau mengalami konsekuensi berbahaya secara fisik lainnya,” tulis aturan tersebut, dikutip dari Engadget, Rabu (1/3/2023). ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Aturan baru ini menjadi kebalikan dari kebijakan Twitter sebelumnya, yang secara eksplisit mengatakan bahwa pernyataan yang…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Tesla, Elon Musk dicap pembohong oleh pengacaranya sendiri. Dia membongkar soal klaim jarak tempuh baterai mobil listrik Tesla. Menurut pengacara Tesla di Jerman, jarak tempuhnya tidak sampai setengah dari yang diklaim Musk sebelumnya. Masalah ini dimulai karena ada upaya pembatalan pembelian dari pelanggan Tesla. Alasannya karena mobil yang diterima diklaim cacat produk. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Sebagai catatan, hukum Jerman mengizinkan adanya pembatalan pembelian. Namun terdapat syarat untuk memenuhinya, yakni konsumen membayar kompensasi dalam jumlah tertentu. Perhitungan kompensasinya dilihat dari kilometer yang ditempuh kendaraan dibandingkan proyeksi umur kendaraan. Artinya, saat umurnya makin panjang…
Jakarta, Dexpert.co.id – Orang tak dikenal merampok blogger investasi Yuri Boytsov. Menurut saluran Telegram Baza, 4 pria menyerang Boytsov di vilanya, di Bali, dan memaksanya untuk membuka kunci ponselnya. Mereka juga meminta sandi untuk membuka akses dompet kripto Boytsov.Menurut Boytsov, perampokan tersebut melibatkan seorang pria Indonesia berseragam polisi, seorang pria dengan balaclava, dan dua pria berpenampilan bule.Para perampok mengklaim bahwa Boystov telah melakukan penipuan terhadap seseorang dan menuntut untuk memberi mereka uang. Setelah menolak, mereka menghajar Boytsov dan memaksanya untuk mentransfer US$284 ribu (sekitar Rp4,3 miliar) dalam bitcoin ke rekening mereka. Mengingat transaksinya dalam jumlah besar, para perampok harus melalui verifikasi dengan foto dan paspornya…