Jakarta, Dexpert.co.id – Barang elektronik seperti baterai ponsel dapat menciptakan malapetaka. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) FBI, memberi peringatan atas penggunaan fasilitas pengisian baterai ponsel gratis (charging stations) di ruang publik. Siapa sangka pengisian baterai ponsel dapat memberikan akses peretas ke ponsel, tablet, atau komputer masyarakat. FBI menyebut penjahat telah berhasil membajak fasilitas umum tersebut dan dapat menginfeksinya dengan malware. “Hindari menggunakan stasiun pengisian gratis di bandara, hotel, atau pusat perbelanjaan,” begitu CNBC International melansir cuitan FBI Denver, dikutip Sabtu (17/11/2024). “Penjahat telah menemukan cara untuk menggunakan port USB publik untuk memasukkan malware dan perangkat lunak pemantauan ke perangkat.…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Dewan Perlindungan Data Pribadi Turki (KVKK) menjatuhkan denda sebesar 2 juta lira atau sekitar US$ 58.000 kepada platform gaming Twitch, yang dimiliki oleh Amazon.com akibat kebocoran data. Hal tersebut berdasarkan laporan resmi Anadolu Agency pada Sabtu. Mengutip Channel News Asia, Sabtu (16/11/2024), penyelidikan dilakukan setelah terungkapnya kebocoran data sebesar 125 GB. KVKK menyatakan bahwa Twitch gagal menerapkan langkah-langkah keamanan yang memadai sebelum insiden terjadi dan hanya bertindak setelah kebocoran ditemukan. Selain itu, penilaian risiko dan ancaman yang dilakukan platform tersebut dinilai tidak memadai. Menurut KVKK, kebocoran ini memengaruhi data pribadi 35.274 individu di Turki. Akibatnya, dua jenis…
Jakarta, Dexpert.co.id – Para pengguna handphone (HP) android nampaknya perlu memberikan perhatian lebih pada peringatan berbahaya yang kerap diberikan oleh Google. Peringatan itu sendiri berkaitan dengan konten-konten berbahaya berisi malware atau phising yang dilihat pengguna. “Anda akan melihat peringatan jika konten yang ingin Anda lihat berbahaya atau menipu. Situs-situs ini sering disebut situs ‘phising’ atau ‘malware’,” kata Google, dikutip Sabtu (16/11/2024). Dari situs-situs berbahaya itu, para pelaku serangan siber mencoba mencuri informasi dari korbannya. Berikutnya mereka akan menipu korban atau menjual informasi pada pihak lain. Pengguna diminta untuk selalu memperhatikan peringatan yang diberikan Google. Pesan itu bersifat otomatis dan deteksi…