Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, CNBC Indonesia – Startup ritel kacamata asal India, Lenskart, mengumumkan pendanaan US$500 juta (Rp 7,7 triliun) dari Abu Dhabi Investment Authority (ADIA). Kucuran modal tersebut lebih besar dari investasi ADIA di GoTo. Lenskart mengumumkan kesepakatan pendanaan dari ADIA pada Rabu (16/3/2023). Investasi tersebut menjaga valuasi startup tersebut di level US$ 4,5 miliar. Pendanaan yang diterima Lenskart melampaui modal yang disuntikkan ADIA ke GoTo pada 2021. Perusahaan investasi milik pemerintah Abu Dhabi tersebut berinvestasi US$ 400 juta (Rp 6,17 triliun) di GoTo. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Investasi ADIA termasuk pengambilalihan sebagian saham milik investor terdahulu Lenskart. Menurut TechCrunch, Lenskart telah menggalang dana US$1,5 miliar sejak berdiri 12 tahun yang lalu. Investor terdahulu Lenskart termasuk…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Dewan Pembina Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Rudiantara buka suara terkait berlanjutnya fenomena PHK perusahaan raksasa teknologi dunia. Rudi menyebutkan tekanan ekonomi global mendorong perusahaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi demi menjaga likuiditas sehingga PHK kerap jadi pilihan. Seperti apa persoalan yang mendera perusahaan teknologi dunia? dan bagaimana pula ahli melihat kondisi startup RI? Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Ketua Dewan Pembina Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Rudiantara dalam Profit,CNBCIndonesia (Kamis, 16/03/2023) Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok kini menjadi platform ‘palugada’ (apa lu mau gua ada). Bukan hanya jadi tempat berbagi video pendek saja, melainkan juga kegiatan lain seperti belanja online, mencari pekerjaan, bahkan menjadi pengganti Google. Bagaimana tidak, platform belanja online TikTok berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut data terbaru dari ByteDance, nilai transaksi e-commerce di TikTok meroket selama 2022. Di satu sisi, selain disebut sebagai pengganti Google lantaran banyak Gen Z yang mencari informasi di sana, ternyata TikTok juga bisa menjadi alternatif LinkedIn sebagai platform mencari pekerjaan. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Berikut ini CNBC Indonesia rangkum…

Read More