Jakarta, Dexpert.co.id – Penentuan 1 Ramadan 1444 H untuk memulai ibadah puasa akan ditetapkan melalui sidang isbat sore ini, Rabu (23/2/2023). Adapun sidang akan berlangsung di gedung Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Jakarta Pusat. Sidang isbat juga akan disiarkan melalui beberapa platform online. Berikut semua informasi untuk menonton sidang isbat, mulai dari jadwal, tahapan, dan link-nya dirangkum CNBC Indonesia. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadan 2023 Acara: Sidang Isbat Awal Ramadan 1444 H Hari, Tanggal: Rabu, 22 Maret 2023 Waktu: pukul 17.00 WIB sampai selesai Tempat: Gedung Kemenag RI, Jakarta Pusat Tahapan Sidang Isbat…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Jelang sidang Isbat malam nanti, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyediakan live streaming rukyat untuk menetapkan awal puasa Ramadan 2023 . Masyarakat bisa menyaksikan langsung pemantauan hilal di 29 lokasi di Indonesia. BMKG menyatakan bahwa siaran langsung tersebut adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan aktivitas rukyat oleh BMKG dan pemangku kepentingan lainnya. Pemantauan hilal teresebut, jelas BMKG, adalah bagian dari tugas pelayanan tanda waktu dan posisi bulan serta matahari kepada seluruh pemangku kepentingan. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “BMKG memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stakeholder dalam penentuan awal bulan Hijriyah,” kata BMKG dalam situs resminya, dikutip (22/3/2023). BMKG menjelaskan bahwa pemantauan hilal dilakukan berdasarkan kalender Qomariyah, yang…
Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang ilmuwan NASA memperingatkan bahwa ada ancaman asteroid besar yang menghantam Bumi dan jauh lebih menakutkan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurut laporan Science.org, mantan kepala ilmuwan NASA James Garvin memiliki kekhawatiran kuat bahwa lokasi tumbukan sebelumnya sebenarnya membentang puluhan kilometer lebih jauh dari yang ia yakini. Dia juga berspekulasi setiap peristiwa dampak secara substansial dapat lebih keras. Menurutnya, mereka mungkin 10 kali lebih merusak daripada bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan di muka bumi. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Data topografi semacam itu memungkinkan penilaian ulang peran dampak semacam itu dalam sejarah Bumi baru-baru ini…