Jakarta, Dexpert.co.id – Warganet di media sosial ramai membicarakan pertanyaan tebak-tebakan “ikan yang ngomongnya berhenti-berhenti”. Namun meskipun hanya candaan, ada fakta yang salah soal jawaban pertanyaan “ikan yang ngomongnya berhenti-berhenti.” Jawaban dari pertanyaan “ikan yang ngomongnya berhenti-berhenti” sangat simpel, yaitu “ikan pause”. Jawaban ini adalah permainan kata dari kesamaan bunyi paus dan pause, yang dalam bahasa inggris berarti berhenti. Namun ada fakta yang salah dari jawaban pertanyaan tersebut karena paus bukan ikan, melainkan mamalia seperti manusia. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Selain bukan ikan, masih banyak fakta lain yang menarik soal paus. Berikut beberapa di antaranya: 1. Hewan terbesar di Bumi Paus…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Kejahatan siber ini semakin merajalela. Bahkan kini muncul melalui aplikasi berbahaya yang tanpa disadari ada di telepon seluler alias ponsel masyarakat. Apabila tidak hati-hati, maka data akan menjadi sasaran pencurian hingga akses terhadap keuangan pemilik ponsel tersebut. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Android, berdasarkan laporan dari MalwareFox menjadi target empuk penyerang siber untuk aktivitas yang dilarang. Ini karena Android adalah program open-source, membuatnya sangat bisa dikustomisasi, tidak seperti iOS. “Mudah bagi penjahat siber untuk menginfiltrasi perangkat Android menggunakan aplikasi berbahaya. Program malware seperti Trojans, Adware, Spyware, Keylogger, dan banyak lagi,” tulis laporan tersebut dikutip dari…
Jakarta, Dexpert.co.id – Kalangan anggota parlemen di Inggris berkeinginan mengeluarkan aturan perdagangan kripto yang memberlakukannya seperti judi. Keputusan ini diambil karena parlemen menilai aset kripto tidak memiliki nilai intrinsik dan aset dasar atau underlying assets. Kalangan anggota parlemen di Inggris yang berbicara terkait ini berasal dari U.K. Treasury Select Committee. Mereka menganggap aset kripto seperti bitcoin and ether yang kapitalisasinya mencapai US$ 737,7 miliar atau dua pertiga dari total cryptocurrency tidak stabil dan berbahaya bagi konsumen, sebagaimana kejatuhan pada 2022. “Kejadian pada 2022 telah menunjukkan kepada kita besarnya risiko industri aset kripto terhadap konsumen. Sebagaian besar sangat liar,” kata Harriett…