Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu “pantangan” yang sering diperdebatkan soal bayi adalah larangan mencium bayi. Menurut ahli mikrobiologi asal Inggris, larangan ini punya alasan yang kuat karena berbahaya bagi kesehatan bayi. Primrose Freestone, ahli mikrobiologi dari University of Leicester, menjelaskan bahwa membiarkan bayi dicium oleh keluarga, teman, apalagi orang asing – punya risiko tinggi. Alasannya, sistem imun bayi belum berkembang dengan baik sehingga mereka bisa dengan mudah terinfeksi. Dalam tiga bulan pertama sejak lahir, jumlah sel imun “pembunuh infeksi” seperti neutrophils dan monocytes yang ada di tubuh bayi sangat terbatas. Hasilnya, infeksi yang hanya menyebabkan gejala ringan di tubuh manusia dewasa atau anak-anak, bisa mengancam nyawa…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Kebangkrutan perusahaan fintech bernama Synapse membuat banyak nasabahnya merugi. Total kerugiannya disebut mencapai Rp 1,5 triliun. Masalah ini bermula saat Synapse dan Evolve Bank terlibat perselisihan terkait saldo nasabah pada bulan Mei lalu. Synapse diketahui membantu startup fintech Yotta dan Juno menawarkan rekening giro dan kartu debit dengan menghubungkan ke layanan pemberi pinjaman kecil seperti Evolve. Perusahaan fintech itu lantas mematikan akses ke sistem utama untuk memproses transaksi. Perpindahan klien secara besar-besaran terjadi dengan proses yang tak banyak mengalami kesalahan sehingga membuat Synapse bangkrut. Ditemukan pula masih ada dana nasabah yang hilang hingga US$96 juta (Rp 1,5 triliun). Masalah…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menunjuk perwira tinggi Polri menjadi pejabat yang bertugas mengawasi ruangan dan aktivitas digital di Indonesia. Berdasarkan siaran pers yang diterima CNBC Indonesia pada Senin (25/11/2024), Menkomdigi telah memutuskan untuk menunjuk Brigadir Jenderal Polisi Alexander Sabar, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Alexander disebut memiliki latar belakang penegakan hukum, pengawasan dunia maya, dan penanganan kasus kejahatan digital. Pengalamannya dibutuhkan untuk menghadapi  tantangan era digital yang mencakup pencurian data, penyebaran konten ilegal, hingga judi online. “Kolaborasi antara Komdigi dan lembaga penegak hukum sangat diperlukan, terutama dalam situasi genting seperti sekarang untuk merespons ancaman…

Read More