Jakarta, Dexpert.co.id – Apple menyiapkan taktik agar iPhone laku keras tahun depan, sehingga perusahaan bisa untung lebih besar. Rencananya mereka akan meluncurkan iPhone model ramping atau dikenal sebagai iPhone 17 Slim. Hal ini akan menjadi gebrakan baru dan kemungkinan meningkatkan kembali minat beli masyarakat yang mulai jenuh dengan model iPhone tanpa peningkatan desain besar dari tahun-ke-tahun. Cnet melaporkan Apple akan merilis model iPhone tersebut untuk pertama kalinya pada 2025, dikutip Senin (16/12/2024). Kabar soal iPhone tipis ini juga diungkapkan analis Ming Chi Kuo. Menurutnya iPhone 17 Slim akan hadir tahun depan sebagai pengganti varian Plus. Secara spesifikasi dikabarkan sama dengan iPhone 17 Standar.…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, CNBC Indonesia – Aplikasi kembaran Instagram, Xiaohongshu, menjadi tempat terbaru bagi warga China untuk jualan online. Berbeda dengan Douyin dan Pinduoduo yang fokus di barang-barang murah, Xiaohongshu jadi tempat produk branded. Brand betul-betul menghargai pengikut di Xiaohongshu, daya belinya betul-betul berbeda dibanding platform lain,” kata Suya Wang, seorang konsultan pemasaran yang berbasis di Shanghai kepada Reuters. Tera Feng, influencer asal Shanghai yang kerap membagikan aktivitasnya berkunjung ke galeri seni dan fashion show lewat media sosial kini menggunakan Xiaohonghshu untuk berjualan ke 500.000 pengikutnya. Lewat live streaming, Feng sukses menjual jas bermerek Carven seharga Rp 33 juta hingga merek beras premium yang harganya Rp 132 ribu per 1 kg. Meskipun brand raksasa seperti L’Oreal, Tapstry, dan…
Jakarta, Dexpert.co.id – Aplikasi pesan singkat Telegram dirombak habis-habisan setelah CEO Pavel Durov ditangkap di Prancis pada Agustus lalu. Saat ini Durov memang sudah bebas bersyarat dengan membayar tebusan senilai 5 juta euro (Rp 84 miliar). Kendati demikian, layanan buatannya yang merupakan pesaing berat WhatsApp kian mendapat tekanan. Durov yang sebelumnya blak-blakan tak mau diatur pemerintah, kini patuh melakukan moderasi konten negatif. Dikutip dari TechCrunch, Senin (16/12/2024), Telegram sudah menghapus 15,5 juta grup dan channel negatif sepanjang 2024. Pemblokiran tersebut dilakukan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satu yang dititikberatkan pemerintah dalam pembebasan Durov adalah membersihkan Telegram dari konten-konten…