Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan pegawai kementerian sempat tidak percaya diri dan enggan menggunakan seragam. Penyebabnya karena banyak masalah yang melanda kementerian itu beberapa waktu lalu. “Kemarin saya ketua Komisi I, jadi memperhatikan dari dekat Kementerian Komunikasi dan Informatika, tapi juga banyak kementerian lainnya, termasuk Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri dan lain-lain,” kata Meutya dalam sambutannya di acara Penguatan Budaya Antikorupsi di Jakarta, Selasa (17/11/2024). “Jadi biasa mendapat curhatan dari pegawai-pegawai dari banyak kementerian itu, kalau naik kendaraan umum sempat mengganti seragamanya, karena terasa tidak percaya diri ketika kementerian ini kemudian terkena badai yang membuat…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Aplikasi e-commerce asal China, Temu, diblokir di Indonesia karena dinilai sebagai ‘pembunuh’ UMKM lokal. Praktik Temu yang menjual barang super murah langsung dari produsen ke konsumen akhir dianggap tidak mendukung kompetisi yang sehat. Kendati demikian, Temu terus ‘menjajah’ negara lain. Bahkan, di Amerika Serikat (AS), Temu berhasil menjadi aplikasi yang paling banyak di-download, berdasarkan laporan yang dirilis Apple. Temu sudah berhasil menduduki posisi pertama sejak tahun lalu. Hingga kini Temu terus konsisten mempertahankan peringkatnya. Sebelumnya, posisi aplikasi paling banyak di-download di AS diduduki TikTok sejak 2022. Namun, TikTok yang kian mendapat tekanan dari pemerintah AS akhirnya tersungkur…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Modus penipuan di WhatsApp kian mengkhawatirkan. Salah satu yang banyak ditemukan adalah penipuan gamifikasi lewat aplikasi pesan singkat atau disebut ‘task scams’. Komisi Perdagangan Federal (FTC) melaporkan pihaknya menerima sekitar 20.000 aduan terkait penipuan tersebut di paruh pertama 2024. Angka itu melonjak dari 5.000 aduan di 2023. FTC mengatakan angka di lapangan kemungkinan besar jauh lebih banyak. Sebab tak semua korban penipu melakukan pelaporan. Adapun kerugian yang dihimpun dari penipuan tersebut di paruh pertama 2024 senilai US$220 juta (Rp 3,5 triliun) atau naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan 2020-2023. Secara singkat, penipu dengan modus task scams…

Read More