Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Startup di bidang analisis data, Databricks, menggalang modal US$ 10 miliar (Rp 161 triliun) dalam salah satu ronde pendanaan terbesar dalam sejarah. Suntikan modal tersebut mengangkat valuasi Databricks menembus US$ 62 miliar (Rp 999 triliun). Reuters melaporkan bahwa Databricks sukses mengumpulkan dana dari investor-investor kelas kakap dalam ronde pendanaan terakhir yang dipimpin oleh Thrive Capital. Thrive Capital adalah perusahaan modal ventura milik Joshua Kushner, saudara dari menantu Donald Trump, Jared Kushner. Pemodal lain yang ikut serta adalah Andreessen Horowitz, DST Global, Insight Partners, WCM Investment Management, dan GIC, perusahaan investasi milik negara Singapura  Databricks adalah perusahaan analisis data yang bersaing ketat dengan Snowflake. Klien Databricks termasuk…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Kita cukup sering melihat banyak orang yang menggunakan smart watch di sejumlah kesempatan. Dari olah raga, sekolah, bekerja, atau digunakan saat menghadiri pernikahan.Penyebabnya mungkin karena fungsi smart watch yang bisa memantau keadaan kita secara langsung, seperti detak jantung atau meminta kita untuk bergerak demi kesehatan.Namun sebuah pernikahan memiliki larangan unik soal jam tangan pintar ini. Dalam sebuah undangan tertulis mereka melarang mereka yang diundang menggunakan Apple Watch.Tidak ada larangan untuk merek jam tangan pintar lain. Undangan itu secara spesifik menyebut melarang menggunakan jam tangan pintar dari Apple itu, dikutip dari Appl Insider, Selasa (17/12/2024).”Mendapatkan undangan pernikahan yang…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Punahnya pekerjaan jadi salah satu risiko dari perkembangan teknologi. Termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang mengancam sejumlah pekerjaan yang dilakukan manusia. Laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) periode 2023-2027 menyebutkan sekitar 83 juta lapangan pekerjaan akan menghilang. Semua itu karena perkembangan teknologi yang makin masif. Riset Future of Work 2023 mengungkapkan 23% tenaga kerja pada sejumlah industri diperkirakan akan berubah. Semua itu terjadi hanya dalam kurun waktu lima tahun saja. Risiko perkembangan teknologi tak hanya terkait hilangnya pekerjaan. Namun bakal ada beberapa pekerjaan baru yang akan muncul selama periode tersebut. Salah satu industri yang akan mengalami perusahaan drastis…

Read More