Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Pengembangan teknologi canggih selalu berbanding lurus dengan ancaman dampaknya bagi keamanan. Apalagi, saat ini anak kecil saja sudah melek teknologi. Kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang akan mempermudah kehidupan manusia di mada depan diramal akan turut membawa risiko keamanan. Bahkan, sasarannya adalah anak kecil dan remaja.  Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk terus mengetahui informasi tentang ancaman siber terbaru yang menargetkan anak-anak agar mereka dapat lebih terlindungi. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Para ahli di perusahaan keamanan siber Kaspersky, mengeksplorasi beberapa tren kejahatan siber yang harus diwaspadai orang tua di 2024.  Waspada Aplikasi AI Menurut…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Korea Utara mengikuti tren teknologi saat ini dengan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML). Dua teknologi canggih itu akan digunakan untuk merespons Covid-19, mengamankan reaktor nuklir, melakukan simulasi perang, hingga meningkatkan pengintaian pemerintah. Hal tersebut diungkap studi terbaru dari James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS). Menurut laporan, sanksi internasional yang menekan program senjata nuklir Korea Utara membuat pemerintahan Kim Jong Un merasa perlu mengamankan hardware AI. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Upaya terbaru Korea Utara dalam pengembangan AI dan ML menunjukkan strategi baru negara tersebut dalam menggenjot ekonomi digital,” kata Hyuk Kim…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – PHK yang dilakukan beberapa unit Google berdampak buruk. Gelombang protes datang dari karyawan dan mantan karyawan kepada perusahaan di bawah kepemimpinan CEO Sundar Pichai tersebut.Para karyawan mempertanyakan cara raksasa teknologi menangani keputusan tersebut. Sebagai informasi, Google melakukan PHK lagi beberapa waktu terakhir. Sekitar 1.000 orang dari divisi Pixel, Fitbit dan Nest dipecat dalam keputusan terbaru pada pekan lalu.Namun banyak karyawan dan mantan karyawan menilai PHK tidak dilakukan dengan benar. Pichai disebut tidak berkomunikasi langsung dengan mereka yang dipecat. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Salah satu yang melancarkan kritikan adalah mantan manajer teknik Google, Kenneth Smith. Dia mengatakan pihak…

Read More