Jakarta, Dexpert.co.id – Layanan perdagangan kripto asal Jepang, Mt. Gox, bangkrut akibat serangan hacker besar-besaran pada 2011 silam. Sebanyak 950.000 bitcoin milik nasabah hilang seketika. Setelah lebih dari satu dekade, akhirnya Mt. Gox siap untuk membayar kembali para kreditor. Bahkan, imbalannya berkali-kali lipat mengikuti harga pasar saat ini. Dilaporkan CNBC International, Senin (1/7/2024), sebanyak 140.000 bitcoin sudah berhasil dipulihkan. Jika dikonversi ke harga saat ini, nilainya mencapai US$ 9 miliar atau setara Rp 147,2 triliun yang akan dikembalikan ke pemiliknya.Salah satu pemilik yang mengklaim haknya adalah Gregory Greene. Setelah Mt. Gox mengajukan kebangkrutan pada Februari 2014, Green melayangkan gugatan ke…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Dua startup teknologi asal Israel, IVC Data and Insights dan LeumiTech, mengumumkan pendanaan tertinggi sepanjang dua tahun terakhir. Mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar US$2,9 miliar (Rp 47 triliun) pada kuartal kedua 2024. Jumlah tersebut, berdasarkan angka awal, termasuk pendanaan sebesar US$965 juta dari perusahaan keamanan siber Wiz. Sebelumnya, startup asal Israel berhasil mengumpulkan US$1,94 miliar, naik 19% dari US$1,63 miliar pada kuartal pertama. Sekitar 62% dari total $2,9 miliar berasal dari enam kesepakatan senilai lebih dari US$100 juta, termasuk Wiz. Jumlah investor asing pertama dan baru di bidang teknologi Israel meningkat pada kuartal kedua, kata laporan yang dikutip dari Reuters, Senin…
Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Meta Mark Zuckerberg yakin bahwa kecerdasan buatan atau AI tidak seharusnya dibuat menjadi sentral dan berdiri sebagai tool satu-satunya. Ia blak-blakan mengatakan para pesaing di industri AI kurang terbuka soal hal ini. Ia kemudian menambahkan bahwa para pencipta AI, berpikir telah menciptakan Tuhan. “Saya tidak berpikir bahwa teknologi AI adalah sesuatu yang harus disembunyikan dan bahwa satu perusahaan dapat menggunakannya untuk membangun produk tunggal dan sentral,” kata Zuckerberg dalam wawancara dengan Kallaway di YouTube, dikutip dari TechCrunch, Senin (1/7/2024). “Saya merasa sangat kecewa ketika orang-orang di industri teknologi berbicara tentang membangun ‘AI yang sejati’,” lanjutnya. “Sepertinya…