Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan fintech Revolut membuat sejarah. Startup asal Inggris tersebut kini nilainya berhasil melampaui bank-bank terbesar Eropa. Revolut mengumumkan penjualan saham di pasar sekunder yang mendongkrak valuasi mereka melampaui US$ 48 miliar atau sekitar Rp 747 triliun. Pembelinya adalah investor lama dan baru. Penjualan saham tersebut juga dimanfaatkan oleh pegawai Revolut untuk menukar saham milik mereka dengan uang tunai. Beberapa investor yang terlibat adalah Coatue, D1 Capital Partners, dan pemodal raksasa Tiger Global. Valuasi baru Revolut tidak hanya menjadi mereka sebagai fintech dengan harga saham termahal di Eropa. Kini, valuasi Revolut dua kali lipat lebih tinggi dibanding Societe Generale dan Barclays. Menurut Reuters, bank di Eropa beberapa tahun terakhir memang sedang terpukul…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – WhatsApp mengembangkan fitur tema untuk menyesuaikan warna gelembung obrolan. Fitur tersebut ditemukan dalam pembaruan WhatsApp beta untuk iOS 24.11.10.70, demikian dikutip dari laporan Wabetainfo, Senin (19/8/2024). Dengan fitur ini, WhatsApp bertujuan untuk meningkatkan pengalaman berkirim pesan dengan memberi pengguna kontrol yang lebih besar atas antarmuka visual mereka. Fitur baru memungkinkan pengguna dapat memilih warna favorit untuk gelembung obrolan. Meskipun fitur ini masih dalam tahap pengembangan pada WhatsApp beta untuk iOS, tampaknya WhatsApp juga berkomitmen untuk menghadirkan fitur yang sama ke aplikasi Android, seperti yang ditemukan dalam pembaruan WhatsApp beta terbaru untuk Android 2.24.17.19 dari Google Play Store.…
Jakarta, Dexpert.co.id – Media sosial X menutup kantor operasionalnya di Brasil. Kendati demikian, layanan milik Elon Musk yang sebelumnya bernama Twitter itu masih bisa digunakan pengguna di Brasil. Penutupan ini menyusul pertarungan hukum X dengan Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes. X diminta memblokir beberapa akun sebagai bagian dari investigasi otoritas setempat terhadap disinformasi menjelang pemilu. Dalam unggahan di platformnya, akun Global Government Affairs X mengatakan Moraes mengancam akan menangkap perwakilan hukum X di Brasil jika tidak mematuhi perintah penyensoran pemerintah setempat. Alhasil, X memutuskan menutup operasinya di Brasil demi melindungi para pekerjanya. Keputusan itu juga langsung berlaku. “Layanan…